PANGKEP – Komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang menyenangkan, kolaboratif, dan berbasis digital mengantarkan Sapril Mahmud, S.Pd., M.Pd., Kepala UPT SMPN 2 Bungoro, meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Transformatif Tingkat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui ajang Apresiasi GTK 2026 pada kategori Kepala Sekolah TK/SD/SMP Transformatif. Dalam kompetisi ini, Sapril bersaing dengan sejumlah kepala sekolah jenjang SD dan SMP yang turut menampilkan praktik baik dalam pengembangan mutu pendidikan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari inovasi yang dikembangkan di lingkungan UPT SMPN 2 Bungoro melalui praktik baik bertajuk “SENANG BERBAGI”, akronim dari Sekolah Menyenangkan, Bersahabat, dan Berbasis Digital.
Program ini menjadi upaya strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kenyamanan belajar peserta didik, kolaborasi antarguru, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Sapril Mahmud menjelaskan bahwa program SENANG BERBAGI dirancang melalui tiga pendekatan utama, yakni menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memperkuat kemitraan pembelajaran, dan mempercepat digitalisasi sekolah.
Pada aspek sekolah menyenangkan, pihak sekolah mendorong kreativitas melalui lomba penataan kelas, pelaksanaan pembelajaran di luar kelas, serta penguatan komunitas belajar. Komunitas tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi para guru untuk membahas pembelajaran mendalam (deep learning) dan mengembangkan media pembelajaran interaktif.
“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik sekaligus ruang yang mendukung guru untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” demikian gagasan yang mendasari pengembangan program tersebut.
Sementara itu, aspek sekolah bersahabat diwujudkan melalui subprogram 1M–1K, yakni Satu Mata Pelajaran Satu Kemitraan dalam Satu Semester. Melalui program ini, setiap mata pelajaran didorong untuk menghadirkan mitra pembelajaran, baik dari dalam maupun luar sekolah.
Pendekatan tersebut membuka peluang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan nyata. Kemitraan juga diharapkan memperluas wawasan siswa serta memperkuat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitarnya.
Pada aspek digitalisasi, UPT SMPN 2 Bungoro melakukan penguatan infrastruktur teknologi untuk menunjang pembelajaran. Langkah-langkah yang ditempuh meliputi peningkatan kualitas dan jangkauan sinyal internet, pengadaan perangkat Starlink, router, kabel LAN, serta penambahan proyektor.
Sekolah juga menerapkan penjadwalan penggunaan perangkat pembelajaran digital dan proyektor secara teratur, disertai pelaksanaan ujian berbasis daring. Upaya ini diarahkan untuk memperluas akses terhadap sumber belajar digital dan meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
Berdampak pada Mutu Pembelajaran dan Budaya Sekolah
Implementasi program SENANG BERBAGI dilaporkan memberikan sejumlah dampak positif terhadap perkembangan sekolah. Di antaranya peningkatan capaian pada Rapor Pendidikan, keberhasilan memperoleh BOS Kinerja selama dua tahun berturut-turut, serta kenaikan nilai rata-rata rapor peserta didik.
Selain capaian akademik, sekolah juga mencatat penurunan jumlah peserta didik yang mengalami permasalahan dan memerlukan penanganan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Dari sisi budaya sekolah, program tersebut turut mendorong meningkatnya semangat belajar siswa dan motivasi mengajar guru. Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga harus disertai perubahan budaya belajar, pola kolaborasi, dan pendekatan pelayanan pendidikan.
Pengalaman UPT SMPN 2 Bungoro menunjukkan bahwa inovasi sekolah dapat dikembangkan melalui langkah-langkah yang terencana, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata warga sekolah.
Penghargaan Kepala Sekolah Transformatif Kabupaten Pangkep Tahun 2026 yang diraih Sapril Mahmud pun menjadi pengakuan atas praktik baik yang dikembangkan sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Melalui SENANG BERBAGI, UPT SMPN 2 Bungoro berupaya membuktikan bahwa sekolah yang menyenangkan, hubungan pembelajaran yang bersahabat, dan dukungan teknologi digital dapat berjalan beriringan dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih bermutu.
Transformasi pendidikan pada akhirnya bukan semata-mata tentang perubahan sarana dan teknologi, melainkan tentang bagaimana seluruh inovasi tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik serta mendorong guru untuk terus berkembang. (Red)

Tinggalkan Balasan