LIUKANG KALMAS – Berada di wilayah kepulauan tidak menyurutkan semangat pengabdian di UPT SMP Negeri 7 Satap Liukang Kalmas. Meski dengan keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, sekolah ini terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi muda di wilayah terpencil.
Kepala UPT SMPN 7 Satap Liukang Kalmas, Abd. Gafur, S.Pd, mengungkapkan kondisi terkini sekolah yang dipimpinnya. Saat ini, sekolah tersebut membina 20 orang siswa dengan dukungan tenaga pengajar yang sangat terbatas, yakni 1 orang Guru PNS dan 3 orang tenaga paruh waktu (honorer).
Dalam keterangannya, Abd. Gafur menekankan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah pemerataan kompetensi tenaga pendidik dan kelayakan sarana penunjang belajar mengajar.
“Kami sangat berharap ada perhatian khusus mengenai kegiatan peningkatan kompetensi bagi guru-guru kami. Selain itu, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga membutuhkan pembenahan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Abd. Gafur.
Pihak sekolah menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar memberikan atensi lebih terhadap sekolah-sekolah di wilayah kepulauan seperti SMPN 7 Satap Liukang Kalmas.
Peningkatan sarana dan prasarana dinilai menjadi kunci utama untuk menarik minat belajar siswa serta menjamin kenyamanan guru dalam bertugas.
“Semoga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan perhatian nyata tentang sarana dan prasarana di sekolah kami demi kemajuan pendidikan di Liukang Kalmas,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan