PANGKEP — Musibah kebakaran yang terjadi di Pulau Balang Caddi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), 12 September 2026, menyisakan duka bagi keluarga korban. Di tengah musibah tersebut, kepedulian justru datang dari lingkungan sekolah, ketika keluarga besar SMA Negeri 7 Pangkep bergerak mengulurkan tangan.

Korban kebakaran diketahui merupakan salah satu siswa SMA Negeri 7 Pangkep. Mendengar kabar tersebut, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), para guru, tenaga pengajar, serta siswa Kelas Jauh SMA Negeri 7 Pangkep berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban korban.
Hasilnya, dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp9 juta. Bantuan tersebut kemudian diserahkan langsung kepada korban sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar SMA Negeri 7 Pangkep.

Kepala SMA Negeri 7 Pangkep, Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kepedulian tersebut lahir dari rasa kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah.
“Korban kebakaran tersebut adalah salah satu siswa kami. Kejadiannya di Pulau Balang Caddi pada 12 September 2026. Alhamdulillah, dana yang terkumpul berkat kepedulian siswa dan tenaga pengajar lebih dari Rp9 juta dan langsung kami salurkan kepada korban,” ujar Zainal Abidin.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan semata-mata tentang jumlah uang yang terkumpul. Yang jauh lebih penting adalah nilai kepedulian dan rasa kebersamaan yang tumbuh di antara siswa, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah.
Aksi tersebut juga menjadi pembelajaran karakter bagi para siswa. Mereka diajak memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana menumbuhkan empati dan hadir ketika orang lain sedang menghadapi kesulitan.
Semangat solidaritas itu terlihat dari keterlibatan OSIS dan siswa Kelas Jauh yang turut mengambil bagian dalam penggalangan dana. Guru dan tenaga pengajar pun ikut memberikan dukungan sehingga bantuan dapat segera dihimpun dan disalurkan.
Bagi korban, kehilangan akibat kebakaran tentu bukan perkara mudah. Namun, kepedulian dari keluarga besar SMA Negeri 7 Pangkep menjadi pesan bahwa seorang siswa tidak pernah berjalan sendirian ketika menghadapi cobaan.
Musibah boleh menyisakan luka, tetapi kepedulian mampu menghadirkan kekuatan untuk bangkit. Dari sekolah, tumbuh empati; dari kebersamaan, lahir harapan.
(Yuliyanti,S.Pd)

Tinggalkan Balasan