PANGKEP – Di antara hamparan laut yang membentang luas dan kehidupan masyarakat kepulauan yang bersahaja, kehadiran seorang pemimpin menjadi jembatan harapan. Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan kunjungan ke Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya.
Kunjungan tersebut menjadi momentum istimewa bagi masyarakat kepulauan, khususnya keluarga besar UPT SD Negeri 4 Sapuka, yang menyambut kedatangan rombongan dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur.
Di sekolah yang menjadi tempat tumbuhnya mimpi anak-anak pulau itu, kehadiran Bupati Pangkep bukan sekadar kunjungan pemerintahan, melainkan sebuah pesan bahwa perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan harus menjangkau hingga ke wilayah terluar.
Kepala UPT SD Negeri 4 Sapuka, Irham, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas kunjungan Bupati Pangkep beserta Forkopimda ke sekolah yang dipimpinnya.
Baginya, kunjungan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus penyemangat bagi para guru dan peserta didik untuk terus menjalankan tugas pendidikan di tengah berbagai tantangan kehidupan wilayah kepulauan.
Di balik ruang-ruang kelas sederhana, para guru terus menanamkan ilmu dan membangun karakter generasi muda. Kehadiran pemerintah daerah menjadi pengingat bahwa perjuangan pendidikan di pulau-pulau kecil memiliki arti besar bagi masa depan Kabupaten Pangkep.
Sambutan Budaya, Tarian Pelajar Warnai Kedatangan Rombongan
Suasana kunjungan semakin semarak ketika rombongan disambut dengan tarian oleh siswa-siswi SMAN 6 Pangkep, Kecamatan Liukang Tangaya.
Gerak tari yang ditampilkan para pelajar menjadi simbol keramahan masyarakat kepulauan, sekaligus gambaran kekayaan budaya yang terus dijaga oleh generasi muda.
Senyum para siswa, irama tarian, dan hangatnya sambutan masyarakat menghadirkan suasana penuh keakraban. Pulau Sapuka seakan menyampaikan pesan melalui tradisi: bahwa tamu yang datang dengan niat baik akan disambut dengan hati yang terbuka.
Prosesi pengalungan bunga kepada Bupati Pangkep dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pangkep menjadi bagian dari penyambutan yang penuh makna.
Pengalungan bunga tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada para pejabat yang hadir, tetapi juga simbol ketulusan masyarakat dalam menyambut pemimpin dan jajaran Forkopimda di tanah kepulauan.
Menyambangi Masjid Besar Ar-Rahman
Dalam rangkaian kunjungan di Pulau Sapuka, rombongan juga menyambangi Masjid Besar Ar-Rahman.
Masjid yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat tersebut menghadirkan suasana religius dalam perjalanan kunjungan Bupati Pangkep bersama Forkopimda.
Di tengah kehidupan masyarakat kepulauan yang erat dengan nilai kebersamaan dan spiritualitas, masjid menjadi tempat bernaungnya doa, persaudaraan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pelayanan pemerintahan, tetapi juga tentang menjaga ruang-ruang sosial dan keagamaan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.
Kehadiran yang Membawa Arti
Pulau Sapuka mungkin berada jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, tetapi jarak geografis tidak seharusnya menjadi batas bagi perhatian dan pelayanan.
Kunjungan Bupati Pangkep bersama Forkopimda menjadi gambaran bahwa masyarakat kepulauan merupakan bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah.
Bagi para guru, kehadiran rombongan menjadi penyemangat. Bagi para pelajar, sambutan dan tarian yang mereka persembahkan menjadi pengalaman berharga. Sementara bagi masyarakat, kunjungan tersebut menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Kepala UPT SD Negeri 4 Sapuka, Irham, S.Pd., berharap perhatian terhadap pendidikan di wilayah kepulauan terus terjaga dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pangkep.
Sebab, dari pulau-pulau kecil seperti Sapuka, mimpi besar anak-anak tetap tumbuh. Mereka mungkin belajar di tengah keterbatasan geografis, tetapi memiliki harapan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Di Pulau Sapuka, kunjungan itu meninggalkan lebih dari sekadar jejak perjalanan. Ia membawa pesan bahwa perhatian, pendidikan, budaya, dan kebersamaan adalah cahaya yang harus terus menyala, bahkan di seberang luasnya lautan.(Red)

Tinggalkan Balasan