PANGKEP – Menjadi garda terdepan pendidikan di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Pangkep bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang dirasakan oleh keluarga besar UPT SMPN 7 Satap Liukang Tangaya. Di tengah keterbatasan akses geografis, semangat mencerdaskan anak bangsa tetap menyala, meski saat ini sekolah tersebut sangat membutuhkan tambahan tenaga pendidik.

Kepala UPT SMPN 7 Satap Liukang Tangaya, Jabaruddin Tasri, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kondisi sumber daya manusia (SDM) pengajar di sekolahnya saat ini masih jauh dari ideal. Saat ini, sekolah yang membina 29 siswa tersebut hanya memiliki empat orang guru berstatus ASN.

“Kondisi kami sekarang hanya memiliki satu orang guru berstatus PNS dan tiga orang guru P3K. Dengan jumlah siswa yang ada, kami sangat berharap adanya perhatian lebih terkait distribusi tenaga pengajar,” ujar Jabaruddin Tasri.

Harapan kepada Pemerintah Daerah

Kondisi ini membuat beban kerja tenaga pendidik yang ada menjadi cukup berat guna memastikan seluruh mata pelajaran tersampaikan dengan baik kepada siswa. Oleh karena itu, Jabaruddin Tasri menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah dapat menambah tenaga pengajar di sini. Penambahan guru sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan anak-anak di wilayah terluar mendapatkan hak pendidikan yang setara dengan wilayah perkotaan,” tambahnya.

Pengabdian Tanpa Batas

Secara geografis, Liukang Tangaya merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga, menjadikannya salah satu daerah tersulit dijangkau di Kabupaten Pangkep. Namun, tantangan alam dan minimnya fasilitas tidak menyurutkan langkah Jabaruddin dan rekan-rekannya.

Bagi mereka, jarak bukan penghalang untuk mengabdi. Semangat para siswa yang tetap antusias bersekolah menjadi energi tambahan bagi para guru untuk terus bertahan di tengah keterbatasan. (Red)