PANGKEP — Kepala Bidang Pendidikan Nonformal (PNF) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Hj. Rukmini, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam menyukseskan program wajib belajar serta Program BUNDA PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.

Komitmen tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan sejak usia dini hingga masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal.

Menurut Hj. Rukmini, PNF dan PAUD memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan nasional. “PAUD dan PNF adalah fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Penguatan PAUD Sejak Usia Dini

Program PAUD secara nasional diarahkan untuk memberikan stimulasi pendidikan bagi anak usia 0–6 tahun agar siap memasuki jenjang pendidikan dasar. Fokus utamanya meliputi pembentukan karakter, pengembangan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial, serta peningkatan gizi dan kesehatan anak.

Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis bermain (learning through play) terus didorong agar anak dapat belajar dengan menyenangkan.

Berbagai layanan PAUD seperti Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), hingga Satuan PAUD Sejenis (SPS) menjadi garda terdepan dalam pelayanan pendidikan usia dini.

Adapun program unggulan seperti PAUD Holistik Integratif (HI), Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, peningkatan kompetensi guru, serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) terus diperkuat di Kabupaten Pangkep.

Peran Strategis PNF untuk Masyarakat

Di sisi lain, pendidikan nonformal (PNF) menjadi solusi bagi masyarakat yang belum mengakses pendidikan formal. Program ini mencakup pendidikan kesetaraan (Paket A, B, C), keaksaraan, kursus dan pelatihan, serta kegiatan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Program unggulan seperti pendidikan kecakapan hidup (life skill), kewirausahaan masyarakat, literasi digital, hingga pelatihan berbasis dunia kerja menjadi fokus dalam meningkatkan kemandirian masyarakat.

“PNF hadir untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata pendidikan sepanjang hayat,” tambah Hj. Rukmini.

Dorong Sinergi dan Partisipasi Masyarakat

Lebih lanjut, Hj. Rukmini menekankan bahwa keberhasilan program wajib belajar dan BUNDA PAUD tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha.

Ia berharap seluruh stakeholder di Kabupaten Pangkep dapat terus berkolaborasi dalam mendukung program pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan kerja sama yang kuat, kita optimis dapat menciptakan generasi Pangkep yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter sejak usia dini,” tutupnya.

Melalui komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Pangkep terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan daerah. (Red)