PANGKEP – Di tengah peringatan Hari Guru, muncul kisah inspiratif dari seorang pendidik yang mengabdikan hidupnya di wilayah terpencil Kabupaten Pangkep. Beliau adalah Abdaluddin, S.Pd.I., sosok bersahaja yang telah lebih dari sepuluh tahun menanggung beban pendidikan di sebuah pulau kecil yang minim fasilitas.
Abdaluddin adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SDN 15 Bangkauluang, sebuah sekolah yang terletak di Pulau Bangkauluang, masuk dalam wilayah Desa Dewakang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep.
Pulau Bangkauluang adalah gugusan kecil yang hanya dihuni oleh tidak lebih dari 20 Kepala Keluarga (KK). Kondisi geografis yang terpencil dan keterbatasan akses tidak menyurutkan semangat Abdaluddin untuk mengabdikan diri.

SDN 15 Bangkauluang saat ini hanya mendidik sekitar 10 orang siswa. Keterbatasan tak hanya pada jumlah murid, tetapi juga pada ketersediaan tenaga pendidik.
“Sudah lebih 10 tahun saya mengabdikan diri di sini. Saya bertanggung jawab sebagai Kepala UPT, namun tenaga pengajar PNS di sekolah ini hanya dua orang, yaitu saya sendiri dan satu tenaga ASN Selebihnya kami dibantu oleh tenaga sukarela yang luar biasa,” tutur Abdaluddin. saat ditemui di Kantor Diknas, Senin (8/12/2025)
Dihari guru ini, Abdaluddin mengisahkan suka duka yang ia hadapi selama mengajar. Sarana dan prasarana yang terbatas menjadi tantangan utama.
“Mengajar di sini penuh tantangan. Kami sering kekurangan fasilitas dasar. Tetapi, melihat semangat anak-anak untuk belajar, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, itu menjadi energi terbesar kami untuk terus bertahan,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kisah Abdaluddin menjadi cerminan perjuangan para guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang berjuang memastikan hak anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan, membuktikan bahwa dedikasi terhadap dunia pendidikan tidak mengenal batas dan jarak. (Red)

Tinggalkan Balasan