PANGKEP — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Menjawab tantangan tersebut, UPT SMPN 1 Liukang Tupabbiring Utara melaksanakan kegiatan pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kompetensi guru melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta berbagai platform digital pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kreatif, efektif, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Di tengah perubahan pola belajar peserta didik yang semakin dekat dengan dunia digital, guru tidak lagi hanya dituntut menguasai materi pelajaran. Guru juga perlu memiliki kemampuan untuk memilih, menggunakan, dan mengembangkan teknologi sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan AI sebagai alat bantu dalam menyiapkan bahan ajar, menyusun ide pembelajaran, mengembangkan materi yang lebih interaktif, hingga mendukung pekerjaan administrasi pendidikan.
Pemanfaatan AI bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu untuk memperkuat kreativitas dan efektivitas guru. Sentuhan manusia, pengalaman pendidik, serta pemahaman terhadap karakter peserta didik tetap menjadi bagian penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kepala UPT SMPN 1 Liukang Tupabbiring Utara, Kamil, S.Pd., M.Pd., menempatkan penguatan kompetensi guru sebagai salah satu langkah penting dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus disikapi secara terbuka dan bijaksana. Sekolah perlu memastikan bahwa guru memiliki kemampuan yang memadai agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, mengeksplorasi berbagai platform digital, serta menemukan cara baru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual.
Bagi sekolah yang berada di wilayah kepulauan, pemanfaatan teknologi digital memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi semakin penting agar keterbatasan ruang dan jarak tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.
Teknologi pada akhirnya bukan sekadar perangkat atau aplikasi. Ia adalah jembatan yang dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan peserta didik untuk belajar, berkreasi, dan berkembang.
Dari ruang-ruang belajar di Liukang Tupabbiring Utara, semangat itu terus dibangun: guru belajar teknologi, teknologi menguatkan guru, dan pada akhirnya peserta didiklah yang mendapatkan manfaat terbesar.
Melalui penguatan kompetensi dan pemanfaatan AI secara bijak, UPT SMPN 1 Liukang Tupabbiring Utara menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai utama pendidikan—mendidik manusia dengan sentuhan manusia.

Tinggalkan Balasan