PANGKEP — Masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang memiliki pekerjaan, tetapi juga oleh generasi yang mampu menciptakan peluang, membangun kemandirian, dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Semangat itulah yang menjadi ruh dalam kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diselenggarakan LKP Al’Himma di BLKK 3 Dimensi, Kabupaten Pangkep, Jumat, 19 Juni 2026.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan yang mengusung semangat menciptakan generasi penerus bangsa yang mandiri, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045 serta mewujudkan Pangkep Hebat.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal dan mengembangkan jiwa kewirausahaan. Sebab, kewirausahaan bukan semata-mata tentang bagaimana seseorang menghasilkan keuntungan, tetapi juga tentang keberanian membaca peluang, kemampuan mengambil keputusan, kreativitas dalam menciptakan produk atau jasa, serta ketangguhan menghadapi perubahan.
Kepala LKP Al’Himma, Marhaeni, S.Si., M.Pd., menjadi bagian penting dalam mendorong terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ikhtiar memperkuat kompetensi masyarakat melalui pendidikan nonformal.
Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, keterampilan kewirausahaan menjadi salah satu modal strategis. Peserta tidak cukup hanya dibekali pengetahuan, tetapi perlu memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Melalui PKW, peserta diarahkan untuk memiliki pola pikir produktif, kreatif, inovatif, dan mandiri. Mereka didorong agar tidak selalu berpikir sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu tumbuh menjadi pencipta lapangan pekerjaan.
Di sinilah pendidikan kewirausahaan menemukan relevansinya.
Sebuah keterampilan yang dipelajari hari ini dapat menjadi sumber penghasilan esok hari. Sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi usaha. Dan sebuah keberanian untuk memulai dapat menjadi langkah pertama menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Bagi Kabupaten Pangkep, penguatan pendidikan kewirausahaan memiliki arti strategis. Daerah dengan potensi sumber daya alam, kelautan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengolah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai tambah.
Karena itu, pendidikan kewirausahaan tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Ia harus berlanjut menjadi pendampingan, praktik, inovasi, pemasaran, hingga kemampuan peserta membangun usaha secara berkelanjutan.
Sebanyak 25 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun sumber daya manusia Pangkep yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mereka bukan sekadar peserta pelatihan.
Mereka adalah calon pelaku usaha, calon pencipta lapangan kerja, dan bagian dari generasi yang diharapkan mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.
Menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil, kreatif, berkarakter, produktif, dan memiliki daya juang.
Dari ruang pelatihan sederhana, mimpi besar itu dapat mulai dinyalakan.
Sebab bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya memiliki kemampuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Dan Pangkep Hebat akan semakin dekat ketika generasinya tidak takut untuk belajar, berkarya, berwirausaha, dan menciptakan peluang.
Hari ini belajar.
Besok berkarya.
Lusa menciptakan lapangan kerja.
Dan kelak menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia menuju 2045. (Hadana.S.Pd)

Tinggalkan Balasan