PANGKEP – Kepala UPT SMP Negeri 4 Labakkang, Risma Achmad, S.Pd., M.Pd., menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung program Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep untuk menyukseskan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Komitmen ini dibuktikan dengan kesiapan sekolah dalam menerima siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk menempuh pendidikan di sekolah umum.

Risma Achmad menjelaskan bahwa pembentukan ULD di sekolah merupakan langkah konkret untuk memberikan layanan dan dukungan bagi siswa yang memiliki gangguan belajar maupun kondisi fisik/mental tertentu yang memerlukan penanganan khusus.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan aksesibilitas dan kesetaraan. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan. ULD akan menjadi pusat dukungan bagi siswa, guru, maupun orang tua agar tercipta inklusi yang nyata di sekolah,” ujar Risma Achmad.

Menurut Risma, ULD tidak hanya sekadar menerima siswa, tetapi juga menjalankan fungsi manajerial dan teknis yang meliputi:

Identifikasi & Asesmen: Menilai kebutuhan spesifik setiap siswa disabilitas,  Penyusunan Rencana Pendidikan Individual (IPI): Menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan siswa, Layanan Khusus Memberikan dukungan seperti terapi wicara, okupasi, hingga layanan psikologi. Dukungan Teknis: Penyediaan alat bantu belajar dan teknologi asistif bagi siswa.

Selain fokus pada siswa, ULD sekolah juga berperan dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Melalui unit ini, guru dan staf akan mendapatkan pelatihan khusus mengenai cara mengelola dan berinteraksi dengan siswa disabilitas secara efektif dan empatik.

Operasional ULD ini nantinya akan dipimpin oleh seorang koordinator yang memiliki latar belakang pendidikan khusus atau pengalaman mumpuni. Koordinator tersebut akan membangun jembatan komunikasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga ahli untuk memastikan setiap siswa mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Dengan langkah ini, SMPN 4 Labakkang diharapkan menjadi pionir sekolah inklusif di Kabupaten Pangkep, menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman serta memberikan dukungan sosial dan emosional bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. (Red)