PANGKEP – Warga Kabupaten Pangkep digemparkan oleh sebuah peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu pagi, 30 November 2025. Seorang pemuda berinisial MS, 23 tahun, ditemukan meninggal dunia di bawah kolong rumah tambak di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang. Korban diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun hama tambak.
Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 Wita oleh ayah korban. Saksi mata menyebutkan bahwa ayah korban menemukan MS sudah tak bernyawa dan kaku di lokasi kejadian.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, beberapa waktu sebelum tragedi terjadi, korban sempat menyampaikan perkataan yang mengkhawatirkan kepada ibunya. MS mengancam akan meminum racun jika dirinya terus-menerus dimarahi. Sayangnya, ancaman lisan tersebut berubah menjadi kenyataan yang menyayat hati keluarga.
Kapolsek Labakkang, Akp Sopyan, yang langsung memimpin tim untuk mendatangi lokasi kejadian, membenarkan adanya dugaan bunuh diri.
“Kami mendapati bahwa korban memang mengalami tekanan emosional dan sering mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri hidup. Kami telah melakukan olah TKP awal dan saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan latar belakang kejadian,” ujar Akp Sopyan.
Pihak kepolisian menambahkan bahwa keluarga korban telah menyatakan ikhlas dan menerima kejadian tragis ini sebagai musibah. Keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan serta menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah MS.
Peristiwa ini menambah catatan kelam kasus bunuh diri yang terjadi di Pangkep, memunculkan kembali keprihatinan mendalam mengenai pentingnya kesehatan mental di kalangan anak muda.
Keluarga korban berharap agar kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pihak terkait akan pentingnya perhatian dan dukungan yang optimal terhadap kondisi mental generasi muda di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang kian berat.
Polisi saat ini masih terus bekerja untuk mengumpulkan informasi guna mengungkap motif pasti di balik tragedi yang menimpa pemuda berusia 23 tahun ini.
Pesan Penting:
Kita semua diingatkan untuk lebih peduli dan peka terhadap tanda-tanda bahaya yang mungkin dialami oleh orang terdekat. Jangan ragu untuk berbicara dan mendukung mereka yang sedang mengalami tekanan emosional. (Red)

Tinggalkan Balasan