PANGKEP – Di balik wajah kota Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang bersih, tersimpan perjuangan getir ratusan petugas kebersihan. Hingga Rabu, 4 Februari 2026, para “pahlawan oranye” ini dilaporkan masih bekerja dalam kondisi serba terbatas, tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai dan dukungan armada yang mumpuni.
Beban Berat, Fasilitas Minim
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep, volume sampah di wilayah ini mencapai 140 ton per hari. Ironisnya, beban raksasa tersebut hanya ditopang oleh 12 unit truk untuk melayani sembilan kecamatan daratan.
Para petugas harus berjibaku sejak dini hari hingga sore hari demi memastikan sampah tidak menumpuk.
Kepala DLH Pangkep, Lukman Murtala, mengakui bahwa pihaknya berada dalam posisi sulit akibat keterbatasan anggaran.
“Anggaran kami sangat minim. Dengan jumlah petugas sekitar 300 orang, jangankan bicara kesejahteraan, untuk pengadaan APD saja kami sangat kesulitan,” ungkap Lukman dengan nada prihatin.
Risiko Kesehatan Mengintai
Minimnya fasilitas bukan sekadar kendala teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan kerja. Setiap hari, para petugas bersentuhan langsung dengan
Sampah basah dan limbah pasar yang membusuk. Potensi bahan berbahaya dan beracun (B3). Cuaca ekstrem tanpa jas hujan, sepatu boot, maupun masker standar.
Tak hanya itu, Lukman menambahkan bahwa jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi para petugas juga belum bisa terpenuhi secara maksimal.
“Tali Kasih” untuk Garda Terdepan
Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, DLH Pangkep secara terbuka mengetuk pintu hati para pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah, pihak swasta, BUMN, hingga masyarakat umum diharapkan dapat menyalurkan bantuan dalam bentuk “Tali Kasih”.
Kebutuhan Mendesak Saat Ini
APD Lengkap Masker standar, sarung tangan, sepatu boot, dan jas hujan.Jaminan Sosial Dukungan untuk premi kesehatan dan ketenagakerjaan. Dukungan Armada: Penambahan atau perbaikan unit pengangkut sampah.
“Mereka bekerja di lapangan setiap hari demi lingkungan bersih, tetapi sering luput dari perhatian. Kami sangat berharap ada bantuan minimal berupa APD untuk mereka,” tutup Lukman.
Investasi pada kesejahteraan petugas kebersihan bukan sekadar aksi sosial, melainkan langkah vital untuk menjaga kualitas hidup dan kesehatan lingkungan seluruh masyarakat Kabupaten Pangkep. (Red)

Tinggalkan Balasan