PANGKEP – Menjelang masa purnabakti (pensiun), banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memilih untuk beristirahat tenang di rumah. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Mas’ud, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 1 Bungoro.

Ia justru mulai memacu semangat baru dengan mengelola bisnis budidaya tanaman porang di Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa.

Langkah ini diambil Mas’ud sebagai persiapan matang memasuki masa pensiun agar tetap produktif sekaligus berkontribusi pada ekonomi lokal. Baginya, masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari pengabdian di bidang yang berbeda.

Pemilihan lokasi di Tondongkura bukan tanpa alasan. Wilayah Kecamatan Tondong Tallasa dikenal memiliki karakteristik tanah dan iklim yang sangat mendukung untuk komoditas ekspor seperti porang.

“Saya melihat potensi lahan di Tondongkura sangat luar biasa. Sambil menyelesaikan tugas di sekolah, saya mulai mencicil investasi waktu dan tenaga di sini agar nanti saat benar-benar pensiun, sistemnya sudah berjalan,” ujar Mas’ud saat ditemui di lokasi lahan.

Selama menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Bungoro, Mas’ud dikenal sebagai sosok pemimpin yang disiplin dan inovatif. Karakter inilah yang ia bawa ke dalam dunia pertanian.

Pengelolaan bisnis porang miliknya dilakukan secara terukur, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga pola pemupukan organik yang ramah lingkungan.
Rencana Mas’ud dalam mengelola porang ini meliputi:

Pemberdayaan Warga Lokal: Melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu pengelolaan lahan.

Edukasi Pertanian: Menjadikan lahan miliknya sebagai percontohan bagi warga yang ingin belajar budidaya porang.

Visi Ekspor: Menyiapkan hasil panen berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri pangan dan kosmetik.
Inspirasi bagi ASN Lain
Kisah Mas’ud menjadi angin segar bagi para abdi negara di Kabupaten Pangkep. Ia membuktikan bahwa transisi dari meja kantor ke lahan pertanian bisa menjadi babak baru yang menjanjikan secara finansial dan menyehatkan secara mental.

“Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Menanam porang adalah cara saya tetap mencintai tanah air, dalam arti yang sebenarnya,” tutupnya dengan senyum optimis.(Red)