MAKASSAR – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era 4.0 diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Smart Teaching: Transformasi Pembelajaran Efektif dan Inovatif di Era Digital.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pangkep bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi Manajemen Pemerintahan Daerah (LFMPD). Bimtek dilaksanakan selama satu hari penuh di Hotel Dalton Makassar pada hari Rabu, 3 Desember 2025
Acara pembukaan dihadiri oleh ratusan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan tenaga pengajar Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Pangkep. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Pangkep, Dr. Sabrun Jamil, S.P., M.P., didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Syamsir Palisuri Sua, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Dr. Sabrun Jamil menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Smart Teaching ini. Ia secara tegas mendorong para tenaga pendidik untuk tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga melek teknologi dan berkomitmen untuk terus belajar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Smart Teaching ini. Di era digital ini, guru tidak boleh gagap teknologi. Saya mendorong seluruh tenaga pendidik kita agar terus melek teknologi dan terus belajar, karena pembelajaran efektif dan inovatif adalah kunci keberhasilan anak-anak kita,” tegas Dr. Sabrun Jamil.

Para peserta diharapkan segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh guna menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain materi utama mengenai pemanfaatan teknologi, Bimtek juga menyajikan sesi khusus untuk memperkaya wawasan dan keterampilan pengembangan diri melalui karya tulis.
Sesi bertajuk “Menulis untuk Guru Itu Mudah” dibawakan oleh dua narasumber kompeten:
Dr. Hj. Sakinah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep. Aco M. Paranrangi, S.Pd., M.Si., Pimpinan Redaksi Majalah Pangkep Cerdas.
Melalui sesi ini, para guru didorong untuk aktif menulis, baik untuk kepentingan profesional, seperti publikasi ilmiah, maupun untuk memperkaya bahan ajar dan media pembelajaran, menjadikan kegiatan ini sebagai agenda komprehensif untuk mencetak guru SD yang adaptif dan produktif. (Red)

Tinggalkan Balasan