PANGKEP – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep resmi memulai kegiatan pendataan perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah awal seleksi mitra program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu, 28 Januari hingga Kamis, 29 Januari 2026.
Pendataan intensif ini menyasar sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Pangkep, meliputi Kecamatan:
* Labakkang & Bungoro
* Pangkajene & Balocci
* Tondong Tallasa & Segeri
* Mandalle & Segeri
Kegiatan ini difokuskan untuk mendukung kinerja Fasilitator Daerah Kabupaten Pangkep dalam memetakan potensi perpustakaan yang ada.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh dua perwakilan tim pendata, Joharniah, S.Sos., MM. dan Mawaddah, S.IP., yang turun langsung memastikan validitasp data di lapangan.

Menurut mereka, pendataan ini krusial untuk memastikan perpustakaan yang terpilih nantinya memiliki kesiapan infrastruktur dan SDM guna menjalankan program berbasis inklusi sosial tersebut.
Visi Transformasi Perpustakaan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan, AP., MM., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program TPBIS ke tingkat akar rumput.
“Kami melakukan pendataan ini untuk menjaring Perpustakaan Desa dan Kelurahan yang potensial sebagai mitra program TPBIS.
Tujuannya agar perpustakaan bukan lagi sekadar tempat membaca buku, tetapi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai aktivitas pelatihan dan pembelajaran,” ujar Abbas Hasan.
Melalui program ini, diharapkan perpustakaan di Kabupaten Pangkep dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif, di mana masyarakat dapat mengakses informasi sekaligus mendapatkan keterampilan baru yang berdampak langsung pada ekonomi keluarga. (Red)

Tinggalkan Balasan